Pilihan penerbangan akhirnya jatuh pada Qatar Airways. Sebelumnya suami menawarkan Emirat yang bisa transit di Dubai. Tapi dengan pertimbangan membawa toddler super aktif dan infant yang sudah mulai aktif juga, rasanya penerbangan 8.5 jam sudah menguras energi dan emosi :D .
Qatar Airways memang terkenal dengan luxury dan excellent service. Ketika check in kami yang menggunakan kelas ekonomi ditawarkan free upgrade ke kelas bisnis karena melihat ada infant dan toddler. Tapi sayangnya dari 3 seats kelas ekonomi (Saya, Suami, Anak pertama), hanya ditawarkan free upgrade 2 seats saja. Sedangkan untuk pegang 2 anak ini Saya perlu gantian dengan Suami jika diperlukan, jadi gak bisa lah jauh-jauh dari suami. Apalagi anak pertama Saya nempel banget sama Ayahnya, bakal repot kalau Ayahnya duduk jauh di kelas ekonomi.
ini kelas ekonomi :

ini kelas bisnis :

Seperti yang diduga jadwal boardingnya juga sangat tepat waktu. Ketika masuk pesawat disambut oleh pramugara bule. Pramugara? iya pramugara, bahkan saat itu saya tidak melihat pramugari sama sekali, hanya ada yang mengantar makanan wanita tapi itu juga gak pake baju pramugari. Dua diantara pramugara sepertinya berkebangsaan Indonesia dan Malaysia, mungkin karena pertimbangan penerbangan menuju middle east ini banyak mengangkut para TKI general worker sehingga mempermudah komunikasi.
Kemudian karena melihat kami membawa bayi, salah satu pramugara menawarkan pindah kursi yang didepannya ada baby bassinet nya.
baby bassinet di Qatar Airways :

Baby bassinet ini lumayan bantu banget, karena baby bisa ditaruh sebentar jika sedang tidur dan kita bisa duduk dengan lebih nyaman.
Karena perjalanan jauh anak-anak kami diberi kids-pack. Masing-masing anak mendapatkan kids-pack, anak pertama kami yang berumur 2.5 tahun diberikan satu tas bergambar monopoly, isinya macam-macam dari buku, stiker, penggaris, pensil warna, dll. Saya tidak bisa berikan fotonya karena dalam sekejap sudah di robek-robek anak Saya dan kayaknya gak layak difoto :P. Sebenernya kurang pas juga ya kids-pack nya untuk umur anak saya yang belum mengerti angka dan huruf, tapi lumayan lah. Sedangkan anak kedua saya yang masih berumur 8 bulan hanya diberikan buku kain gambar potato head seperti ini

Terakhir bicara entertainmentnya gak kalah memuaskan juga. Saya sih sudah membayangkan bakal nonton gags karena naik Garuda sebelumnya yang paling menghibur ya itu, hehe. Tapi ternyata saya cari-cari gak ada gags, yang malah lebih menggebirakan malah ada Favorite Tv Shows saya seperti "2 broke girls" dan "Big Bang Theory". Alhasil ketawa ketiwi sendirian deh.
Sekian saja reviewnya, semoga cerita singkat ini bisa menggambarkan sedikit jika ada pembaca yang akan naik Qatar Airways dengan Toddler dan Infant :).
No comments:
Post a Comment